By arek a.k.a bocah
Hallo layar 14 inchi ku hallo juga keyboard
ku..
Siapkah menemani ku dalam keresahan ini..
Hmm... biarlah jari jemari ini yang
mengungkapkan..
” Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu.. “
Lirik lagu pupus dari dewa memulai celoteh ku
kali ini
Entah hari ini sudah hari keberapa setelah kumendapat balsan pesan
singkat darimu.. rasanya waktu berjalan melambat iya lambat sekali apakah hanya
perasaanku saja tapi inilah yang aku
rasakan..
Aku sebenarnya tidak menyangka akan berkahir
seperti ini.. rasanya janji janji kita untuk bersama dalam waktu yang lama
sekarang seperti sebuah bualan belaka.. apakah aku yang terlalu berharap lebih
dalam hubungan kita ini..
Tadi aku ketemu temen ku dan aku bercerita
sedikit tentang kita. Teman ku begitu kaget mendengar apa yang aku ceritakan
terutama tentang kata kata mu dalam pesan singkat yang kamu kirimkan. Ekspresi
kaget temanku tidak jauh beda dengan ekpsresi ku saat pertama membaca pesan
dari kamu.. bukan hanya kaget tapi dia juga memintak untuk membalas pesan itu..
dia mau aku bertanya kepada mu untuk memeberikan alasan yang jelas.. dia juga
bicara kalau jadi cowok harus tegas!! Bagai cambuk kata-kata temanku ini..
akankah aku melaksanakan saranya ?? sanggupkah jari jemari ini mengungkapkan
kepadamu.. aku yang rapuh dihadapmu serasa tidak sanggup menyampaikannya kepada
mu... biarlah waktu yangg menjawabnya.. akankah
aku yang rapuh ini berani mengungkapkan atau aku tetap menjadi orang yang rapuh
??
Kau apakan otakku?? Bayang bayang akan dirimu
seolah masih ada di dalam ruang ini.. ya ruang ini lah yang menjadi saksi bisu
dimana kita bercanda tawa, saling cubit, saat kita membicarakan tentang masa
depan di selingi dengan elusan halus dirambutku yang membuatku sangat nyaman
sekali.. kalau aku mengingat hal itu seakan aku ingin tidur saja dan berharap
saat aku terbangun aku juga terbangun dari mimpiku..
Kalau saat seperti ini aku teringat akan kata
kata dari bang ariadi ginting “ kenangan
itu kenapa begitu susah di lupakan ?? karena kenangan itu tidak akan pernah
terulang “
Akankah aku akan terbelenggu dari bayang
bayang mu ???
“
semoga waktu
Akan mengilhami sisi hatimu yang beku
Semoga akan
Datang keajaiban yang hingga akhirnya kau pun tahu
Aku mencintai mu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu. “
Lirik ini seolah menjadi penutup celotehku
kali ini.. waktu kah yang akan menjawab akhir kisah kita ?? apakah semua memang
susah terjawab ?? entahlah aku bukan lah orang yang bisa melihat masa depan dan
aku bukanlah orang yang harus mengingat ingat masa lalu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar